Print On Demand Surat Kabar Indonesia

Posted on June 6, 2009
Filed Under IT |

Membaca berita surat kabar Kompas beberapa waktu yang lalu, dikabarkan bahwa seiring dengan makin beratnya beban perusahaan surat kabar di Amerika menghadapi krisis global dan penetrasi Internet dalam kehidupan sosial masyarakat, perusahaan surat kabar gulung tikar atau mengubah penerbitannya melalui jalur online.

Pembaca surat kabar konvesional mulai meninggalkan tradisi membaca berita menggunakan kertas yang berlembar-lembar. Selain waktu baca pembaca yang terbatas, produksi kertas juga penyumbang penebangan hutan selama bertahun-tahun. Bahan baku kertas menghabiskan ongkos produksi sebesar kurang lebih 60% dari total produksi per edisi surat kabar.

Di negara maju surat kabar berusaha mensiasatinya dengan menerbitakan edisi online (Internet). Beberapa surat kabar Indonesia selain tetap menerbitkan koran konvensional, mereka juga sudah ada yang menerbitkannya dalam bentuk online. Lihat http://epaper.kompas.com, http://epaper.kontan.com dan http://epaper.korantempo.com. Bentuk tampilannya persis seperti edisi konvensional. Tapi tidak memungknkan untuk dicetak.

Bagaimana jika perusahaan surat kabar sudah benar-benar menghentikan edisi kovensionalnya? Apakah pembaca konvensional akan kehilangan lembaran koran yang rutin tiap pagi/sore dipegangnya?

Teknologi saat ini memungkinkan apa yang disebut print-on-demand, yaitu penyesuaian pekerjaan pencetakan, biasannya untuk pencetakan dalam jumlah sedikit, memungkinkan hanya pencetakan satu dokumen atau satu buku saja. Seperti perusahaan print-on-demand belum ada di Indonesia.

Proses print-on-demand sangat menarik, untuk pencetakan dalam jumlah kecil, karena jumlah ongkos tetap setup dan ongkos setup per unit bisa sangat rendah. Proses print-on-demand melalui tiga langkah:

  1. Penerbit membuat master digital, biasanya dalam format PDF, kemudian mengirimkan ke perusahaan spesialis print-on-demand. File digital dalam jaringan perusahaan percetakan.
  2. Saat permintaan pencetakan datang, mesin print-on-demand akan mencetak dokumen atau buku, membuat covernya, menjilid dan memotongnya.  Seluruh proses berlangsung semenit untuk buku berjumlah 300 halaman.
  3. Buku dibungkus dan dikirimkan ke penerbit atau langsung ke pelanggan.

Nah, bagaimana jika surat kabar lokal menjalankan prinsip kerja print-on-demand? Surat kabar lokal menyediakan format digital siap cetak selain menampilkan edisi onlinenya seperti sekarang. Anda dapat mencetak jika memang benar-benar membutuhkannya, tepat pada halaman yang Anda inginkan. Kebutuhan kertas akan benar-benar terkurangi. Penerbit surat kabarpun tidak lagi dipusingkan harga bahan baku kertas koran.

Jika surat kabar konvensional dihargai oleh pemasang iklan dengan perhitungan tirasnya Audit Bureau of Circulations, maka surat kabar online ini dihargai dengan banyaknya dokumen halaman yand didownload dan jumlah visitor unik. Pencatatan detail, waktu, asal visitor, asal permintaan download, jumlah total download oleh penerbit akan mempermudah posisi tawar surat kabar terhadap pemasang iklan. Sayangnya belum ada surat kabar Indonesia yang memulainya.  Anda ingin mencoba?

Comments

3 Responses to “Print On Demand Surat Kabar Indonesia”

  1. didut on June 8th, 2009 8:08 am

    kompas sepertinya sdh memulai untuk menguasai pangsa pasar berita online mas :D

    —- cordiaz:
    sstt… jangan keras-keras, ntar kedengeran toko sebelah… hahahaha…

  2. escoret on June 9th, 2009 9:37 am

    aku kemanapun terhubung dengan m.kompas dot kom….

    britanya bagus2…

    om..pkbr..???

    —— cordiaz

    bagus penk, aktifkan terus m.kompas.com di nokia jadul mu.. hehehe…

  3. Bayu on August 7th, 2009 8:17 pm

    halo Tommy,

    elo gawe di penerbitan ya? gw di penerbit buku

    semangat …

    ===

    Halo Bayu senang skali, iya sy di penerbitan
    Semangat!

Leave a Reply