Mbah Surip dan Saya

Posted on August 5, 2009
Filed Under Family |

Secara pribadi Mbah Surip tidak saya kenal, hanya pernah berjumpa di Pasar Seni Ancol sekitar lima atau enam tahun lalu. Saat itu ibu saya mengikuti pameran bersama pelukis wanita. Baru saat itu saya melihat dan kami sekeluarga dapat dengan mudah mengidentifikasikan Mbah Surip dengan tertawa terbahaknya yang khas. Saat penampilan Mbah Surip seperti apa adanya sekarang, rambut gimbal, topi dan gitar usang.

Akhir-akhir ini saya sering mendengar lagu ‘Tak Gendong’ diperdengarkan. Lagu format MP3 itu digunakan istri saya untuk membujuk anak laki kedua kami yang berumur delapan belas bulan setiap kali makannya tidak berselera.

Kemarin, Mbak Surip aka Urip Ariyanto meninggal dunia, sekitar jam 10.30 WIB. Kabarnya karena serangan jantung, akibat pola hidup yang tidak sehat, banyak merokok, banyak minum kopi, jarang minum air putih dan istirahat tidak teratur.

Rama, anak lelaki kedua kami itu tidak mungkin lagi mendapatkan lagu-lagu jenaka baru dari Mbah Surip untuk menemani makan. Tidak juga melihatnya dalam tayangan video klip. Selamat jalan Mbah Surip, terima kasih sudah membantu -secara tidak langsung- anak kami untuk mau makan. Semoga amal dan ibadah Mbah Surip dapat diterima di sisi Nya. Amien.

Comments

Leave a Reply