4. Workflow yang Sudah Terbukti Efektif

Untuk Mengevaluasi Arsitektur Baru
Langkah 1 — Ceritakan requirement secara naratif. Jangan mulai dengan diagram atau spesifikasi teknis. Ceritakan seperti Anda menjelaskan ke kolega: apa masalah bisnisnya, apa constraint-nya, apa yang sudah ada.
Langkah 2 — Minta draft arsitektur. Claude akan menghasilkan satu atau beberapa opsi. Ini adalah starting point, bukan final answer.
Langkah 3 — Minta identifikasi risiko dan trade-off secara eksplisit. “Untuk arsitektur yang baru kamu usulkan, identifikasi: (a) risiko teknis utama, (b) trade-off cost vs performance, (c) apa yang harus dimonitor pertama kali.”
Langkah 4 — Generate dokumentasi siap pakai. Decision record, runbook, atau architecture overview document — Claude bisa men-draft semua ini berdasarkan diskusi yang sudah berlangsung dalam satu sesi.
Untuk Menulis Konten Teknis (Buku, Artikel, Modul)
Langkah 1 — Dump ide mentah, minta struktur. Tulis semua yang ada di kepala Anda tanpa memikirkan urutan atau alur. Minta Claude menyusunnya menjadi outline yang logis.
Langkah 2 — Tulis draft kasar, minta polesan. Tulis dengan bebas tanpa terlalu memikirkan kualitas bahasa. Minta Claude memoles alur, kejelasan, dan konsistensi.
Langkah 3 — Tes dengan “pembaca simulasi”. Minta Claude berperan sebagai target pembaca Anda dan mengidentifikasi bagian yang membingungkan atau terlalu diasumsikan.
