Biaya Egress AWS Tinggi, Bagaimana Anda Menyiasatinya?

aws egress bikin pusing

Biaya egress AWS (transfer data keluar) umumnya berkisar antara $0,08 hingga $0,12 per GB setelah kuota gratis 100 GB per bulan terlampaui. Data keluar ke internet seringkali lebih mahal daripada transfer antar-layanan. Data masuk (ingress) umumnya gratis, namun transfer antar-wilayah atau antar-zona ketersediaan dikenakan biaya tambahan, biasanya mulai dari $0,01 per GB.

Berikut rincian biaya egress AWS:

  • Transfer ke Internet (Umum): 100 GB pertama gratis/bulan, selanjutnya $0,09/GB untuk 10 TB pertama.
  • Antar-Zona Ketersediaan (AZ): Biaya sekitar $0,01 per GB.
  • NAT Gateway: Biaya tambahan sekitar $0,045 per GB untuk pemrosesan data, selain biaya egress standar.
  • CloudFront (CDN): Biaya keluar dari CloudFront ke internet berkisar $0,08 hingga $0,12 per GB, bergantung wilayah.
  • AWS LightSail: Biasanya mencakup kuota transfer gratis (1-7 TB), lebih dari itu dikenakan biaya $0,09 per GB. 

Cara Menyiasati dengan Menghemat Biaya Egress:

  1. Gunakan CloudFront: Menerapkan CDN (seperti Amazon CloudFront) dapat mengurangi biaya transfer data ke pengguna akhir.
  2. Kurangi Transfer Antar-Wilayah: Usahakan arsitektur berada dalam satu region untuk menghindari biaya transfer antar-region yang tinggi.
  3. Gunakan S3 VPC Endpoint: Menghubungkan Amazon EC2 ke S3 di wilayah yang sama melalui endpoint VPC dapat mengurangi biaya.
  4. Optimalkan Kompresi Data: Mengompresi data sebelum dikirim keluar akan mengurangi jumlah GB yang ditransfer. 

Untuk estimasi yang lebih presisi berdasarkan kebutuhan spesifik Anda, gunakan Kalkulator Harga AWS.

10 Pertanyaan yang Biasa Ditanyakan saat Interview untuk posisi Cloud Engineer

I am interviewing for cloud engineer. Can you give me coprehensive list of question interviwers will ask me during this interview. Also provide brief answers to each questions.

Sure, here are some common questions that you may be asked during a cloud engineer interview along with brief answers:

1. What is cloud computing?
Answer: Cloud computing is the delivery of computing services over the internet. These services include servers, storage, databases, networking, software, analytics, and intelligence.

2. What are the different cloud service models?
Answer: The three main cloud service models are Infrastructure as a Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), and Software as a Service (SaaS). IaaS provides the basic infrastructure, such as virtual machines and storage, PaaS provides a platform on which developers can build and deploy their applications, and SaaS provides software applications that are delivered over the internet.

3. What are the different cloud deployment models?
Answer: The four main cloud deployment models are public cloud, private cloud, hybrid cloud, and multi-cloud. Public cloud is a shared infrastructure that is available to the public, while private cloud is dedicated to a single organization. Hybrid cloud is a combination of public and private clouds, and multi-cloud is the use of multiple cloud services from different providers.

Lanjutkan membaca “10 Pertanyaan yang Biasa Ditanyakan saat Interview untuk posisi Cloud Engineer”

SSL versus TLS Apa yang Membedakannya?

Singkatnya, SSL usang dan TLS adalah nama baru dari protokol SSL lama sebagai standar encryption modern yang digunakan oleh semua orang. Secara teknikal, TLS lebih tepatnya, tetapi orang lebih tahu SSL.

SSL merujuk ke Secure Socket Layer sedangkan TLS merujuk ke Tranport Layer Security. Pada dasarnya mereka adalah satu dan sama tetapi secara keseluruhan berbeda. Jangan bingung.

Keduanya baik SSL dan TLS secara umum merupakan cryptographic protocols yang melakukan authenticate data yang ditransfer melalui jalur komunikasi antara server, systems, aplikasi dan users. Sebagai contoh, cryptographic protocols melakukan encrypts data yang dipertukarkan antara web server dan user/client. SSL merupakan jenis crypthographyic protocol pertama dan TLS merupakan versi upgrade terkini dari SSL.

Pertama kali SSL dikembangkan tahun 1994 oleh Netscape. SSL dibayangkan sebagai sistem yang memastikan komunikasi aman browser (client) dan server system di web. SSL terdapat versi 1.0, 2.0 dan terakhir 3.0. Cryptographic protocol selanjutnya adalah TLS 1.0 yang rilis tahun 1999. Versi terakhir TLS 1.3 rilis Agustus 2018.

Diagram di bawah ini menggambarkan proses SSL/TLS handshake sampai kedua ujungnya berkomunikasi menggunakan share secret encryption yang sama.

SSL - TLS Handshake
SSL – TLS Handshake

Sebetulnya, perbedaan antara SSL dan TLS bersifat minor. Faktanya hanya orang teknikal yang melihat perbedaanya, termasuk:

  • Cipher suites
  • Alert messages
  • Record Protocol
  • Handshake process
  • Message Authentication

Keterangan lebih lengkap masing-masing point dapat dilihat di https://ssl2buy.com/wiki/ssl-vs-tls.

Salah satu point di slide presentasi pelatihan Archictecting on AWS, modul ke-6 Networking on AWS Part 2 (dari 2 bagian), menerangkan tentang TLS termination, kaitannya dengan ELB, Elastic Load Balancing. Selanjutnya, pertanyaan iseng yang timbul adalah, apakah TLS termination? Jika hal tersebut dapat terjawab, maka akan mengantar kita pada pertanyaan selanjutnya, apa peran dan kaitan TLS termination dengan Elastic Load Balancing? Pertanyaan lain dapat meluncur, misalnya, apakah TLS termination berlaku untuk Application Load Balancer, Network Load Balancer atau Classic Load Balancer?

Lanjutkan membaca “SSL versus TLS Apa yang Membedakannya?”