Di tengah hiruk-pikuk AWS, Azure, GCP, dan pemain regional seperti Huawei Cloud serta Alibaba Cloud, ada satu nama dari Jerman yang konsisten jadi pembicaraan komunitas developer dan DevOps: Hetzner Cloud.
Berdiri sejak 1997 sebagai dedicated server provider, Hetzner masuk ke pasar cloud sejak 2017 dengan data center di Nuremberg, Falkenstein (Jerman), Helsinki (Finlandia), plus ekspansi ke US (Ashburn, Hillsboro) dan Singapura. Model bisnisnya sederhana: IaaS murni — VM dan bare server tanpa embel-embel layanan managed seluas hyperscaler.
Disturbing industry (lebih tepatnya sering disebut disruptive industry atau disruptive innovation) adalah industri, teknologi, atau model bisnis yang mengganggu dan mengubah tatanan industri lama dengan cara yang lebih cepat, lebih murah, lebih efisien, atau lebih mudah diakses—hingga pemain lama (incumbent) terpaksa beradaptasi atau tersingkir. Singkatnya: yang lama masih jalan, tapi yang baru bikin aturan mainnya berubah total.
Ciri-ciri utama disturbing / disruptive industry
Mengubah model bisnis lama Contoh: dari beli → kemudian bisa sewa → selanjutnya bisa subscription atau berlangganan.
Memanfaatkan teknologi digital Cloud, AI, mobile, blockchain, platform online.
Lebih fokus ke user experience Lebih simpel, cepat, dan murah.
Awalnya dianggap “remeh” oleh pemain lama Tapi lama-lama mengambil pasar utama.
Skalabilitas tinggi Bisa tumbuh cepat tanpa aset fisik besar.
Contoh disturbing / disruptive industries yang udah ada di Indonesia.
Tool marketing yang sering kali dibahas di blog ini dilakukan pada lapisan aplikasi yang bersentuhan langsung dengan user / pengguna. Lapisan aplikasi atau application layer merupakan lapisan / layer yang paling ujung dari teori lapisan model OSI 7 Layers, Open System Interconnection. Layer atau lapisan-lapisan lainnya dapat dilihat di sini. Mahasiswa mata kuliah jaringan komputer yang pernah ketemu saya di ruang kuliah pasti tidak asing lagi.
Amazon Web Services
Dipandang dari sudut layanan cloud provider, layer ini masuk dalam model layanan SaaS, Software as a Service dalam teori model layanan cloud computing. Model layanan cloud computing lainnya adalah IaaS, Infrastrukture as a Service, PaaS, Platform as a Service. Ada orang menambahkan FaaS, Function as a Service dengan alasan tertentu. Nah, kembali ke lapisan-lapisan tadi, saya mencoba mengungkapkan lebih banyak lagi aktifitas di belakang layar ini. Posting ini juga sekaligus menjadi milestone perubahan tag line situs cordiaz.com ini menjadi Cloud Computing & Internet Marketing. Selain lingkup posting selain perihal terkait marketing di internet, katergori tambahan adalah cloud computing, dengan sub kategori, Amazon Web Services (AWS), Alibaba Cloud, Google Cloud Platform dan Huawei Cloud. Kemungkinan kategori tambahan lainnya adalah musik.
Kategori semakin banyak, artinya kesempatan untuk menulis dengan bidang semakin luas. Dibutuhkan lebih banyak waktu untuk menulis. Rasanya tidak akan terlalu berat karena kategori baru sesuai dengan kegiatan sehari-hari. Oke, selamat menunggu, posting selanjutnya.