Business Logic yang Dipertahankan
Core business logic dari aplikasi ini sebenarnya cukup baik dan sederhana.
Sistem bekerja berdasarkan konsep drip campaign.
Misalnya sebuah autoresponder memiliki sequence seperti berikut:
Day 0 → Welcome Email
Day 2 → Introduction
Day 5 → Product Education
Day 10 → Follow-up
Day 20 → Promotional Email
Ketika seorang lead mendaftar, sistem menyimpan tanggal registrasinya.
Scheduler kemudian menghitung:
current_date - registration_date
Jika user sudah memasuki hari tertentu dalam campaign, message yang sesuai akan dikirim.
Contoh:
Registration : 1 September
Day 0 : 1 September
Day 2 : 3 September
Day 5 : 6 September
Day 10 : 11 September
Day 20 : 21 September
Sistem juga menyimpan informasi email terakhir yang sudah dikirim, sehingga scheduler dapat melanjutkan sequence apabila proses cron sebelumnya gagal atau terlewat.
Konsep ini akan tetap dipertahankan karena sederhana dan efektif.
Yang akan berubah adalah cara implementasinya.
